Showing posts with label http://www.popular-maj.com/content/PartyJokes/. Show all posts
Showing posts with label http://www.popular-maj.com/content/PartyJokes/. Show all posts

Friday, January 12, 2007

COBA LAGI
Mengetahui anak gadisnya hamil, Tuan dan Nyonya Barkah marah besar. "Siapa bangsat yang berani berbuat itu," teriak Tuan Barkah, sementara si Nyonya terus menangis. “Suruh dia datang ke sini sekarang juga!”

Si anak pun menelepon pria yang menghamilinya.

Setengah jam kemudian sebuah Ferrari merah berhenti di depan rumah. Seorang lelaki separuh baya keluar dari mobil, memberi salam lalu masuk. Lelaki itu berhadapan dengan ibu dan ayah perempuan yang telah dihamilinya.

“Saya lelaki yang telah menghamili anak Anda. Tapi terus terang saya katakan saya tidak dapat menikahi anak Anda karena isteri saya tak mengizinkan,” katanya mantap.

“Namun bagaimanapun, saya akan bertanggung jawab,” sambungnya. “Sekiranya anak Anda melahirkan seorang bayi perempuan saya akan wasiatkan untuknya dua buah supermarket, sebuah hotel dan uang tunai Rp.5 miliar.”

Tuan Barkah diam mendengarkan. Sementara si Nyonya masih terisak.

“Sekiranya dia melahirkan anak lelaki,” sambung laki-laki paruh baya itu, “Saya akan wasiatkan untuknya dua buah kilang minyak, dua buah supermarket, dua buah hotel dan uang tunai Rp.10 miliar.”

“Tapi sekiranya anak Anda keguguran apakah yang harus saya lakukan?”

Tuan Barkah mulai berpikir. Sang nyonya pun berhenti menangis.

Begitu mendapat ide cemerlang, sambil menepuk bahu lelaki itu, Tuan Barkah berkata, “Kalau keguguran, Anda bisa mencoba lagi.”

Party Jokes


ULAR DALAM SEMAK
BEGITU bangun Kiky langsung minta mandi bersama ibunya. Tapi dia tak kehabisan akal begitu ibunya menjawab, ‘Tidak’. “Ayolah Mam… Itung-itung sebagai hadiah ulang tahun kelima aku,” rengeknya.
“Baiklah,” kata Mamanya. “Tapi kamu janji tidak akan melihat ke atas atau ke bawah.”
“Aku janji,” kata Kiky.
Begitu Mama-nya selesai membuka bra-nya, rupanya Kiki melihat juga ke atas. Rasa ingin tahunya membuatnya segera bertanya,” Mam… Itu apa? Kok aku nggak punya,” tanyanya.

“Lampu sorot,” kata Mamanya sambil melepas celana dalamnya.

“O…” gumamnya “Kalau ini,” tanyanya seraya menunjuk ke suatu bagian tubuh Mamanya yang sudah polos.

“Bawel kamu. Ini namanya semak belukar Mama,” kata Mamanya acuh.

Sore hari ketika ayahnya pulang, Kiky pun minta mandi bersama ayahnya. “Ayo lah Pa, ini kan hari ulang tahunku,” rengeknya ketika ditolak.

“Baiklah,” kata ayahnya. “Tapi kamu janji tidak akan bertanya ini-itu,” pinta ayahnya.

Apalah arti janji bagi Kiky. Rasa penasaran melihat sesuatu pada tubuh Ayahnya membuatnya langsung bertanya. “Apa tuh, Yah? Panjang banget,” tanyanya.

“Ular Papa,” jawabnya acuh.

Malam hari karena tak bisa tidur, Kiky mengetuk pintu kamar orangtuanya. “Mam… Pa… boleh tidak aku tidur bersama malam ini? Malam ini saja. Ini kan hari ulang tahunku?” rengeknya.

Karena tak ingin membuat anaknya bersedih, mereka pun mengizinkannya. Tapi dengan catatan, “Kamu janji tidak akan menyelinap ke bawah bed cover,” kata ibunya.

“Janji,” kata Kiky senang. Tapi itu pun tak berlangsung lama. Tiba-tiba dia berteriak, “Ma… Nyalakan lampu sorot Ma… Ada ular masuk ke semak belukar Mama,” teriaknya.